Aborsi adalah prosedur tindakan medis untuk mengakhiri kehamilan yang dilakukan secara sengaja. Ada beberapa jenis metode aborsi yang tersedia di klinik aborsi, dan setiap metode memiliki risiko dan efek samping yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis metode aborsi yang sering digunakan di klinik aborsi:
1. Obat aborsi
Obat aborsi adalah metode aborsi yang paling umum digunakan pada tahap awal kehamilan, biasanya kurang dari 10 minggu. Obat aborsi ini biasanya mengandung Mifepristone dan Misoprostol yang bekerja dengan cara mengganggu hormon kehamilan dan menyebabkan kontraksi rahim. Prosedur tindakan aborsi ini tidak memerlukan intervensi bedah dan biasanya kurang invasif. Namun, efek samping dari obat aborsi ini termasuk pendarahan hebat, kram perut, mual, dan muntah.
2. Vakum aspirasi
Vakum aspirasi adalah metode aborsi yang dilakukan dengan menggunakan alat vakum untuk mengeluarkan jaringan janin dari rahim. Prosedur tindakan aborsi ini biasanya dilakukan pada trimester pertama kehamilan, sekitar 6-12 minggu. Vakum aspirasi ini lebih invasif dibandingkan dengan obat aborsi dan dapat menyebabkan nyeri dan perdarahan lebih banyak.
3. Dilation and curettage (D&C)
Dilation and curettage (D&C) adalah metode aborsi yang dilakukan dengan memperbesar serviks kemudian membersihkan rahim dengan alat khusus. Prosedur tindakan aborsi ini biasanya dilakukan pada kehamilan yang lebih tua, yaitu sekitar 13-16 minggu. D&C ini lebih invasif dibandingkan dengan vakum aspirasi dan memiliki risiko komplikasi seperti kerusakan pada serviks atau rahim.
4. Dilation and evacuation (D&E)
Dilation and evacuation (D&E) adalah metode aborsi yang dilakukan dengan memperbesar serviks dan mengeluarkan jaringan janin dengan menggunakan instrumen khusus. Prosedur tindakan aborsi ini biasanya dilakukan pada trimester kedua kehamilan, yaitu sekitar 13-24 minggu. D&E ini merupakan metode aborsi yang paling invasif dan dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi atau kerusakan organ dalam.
Sebelum memutuskan metode aborsi yang tepat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau klinik aborsi terpercaya. Dokter akan melakukan evaluasi kesehatan dan memberikan informasi mengenai prosedur tindakan aborsi yang sesuai dengan kondisi Anda. Selain itu, jangan lupa untuk mempertimbangkan konsekuensi fisik dan emosional dari aborsi sebelum membuat keputusan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mempertimbangkan melakukan aborsi.
——————-
Article posted by:
Klinik Aborsi Raden Saleh | Klinik Kuret Salemba, Jakarta
https://www.pusatklinikaborsi.com/
Utan, Indonesia